![]() |
Sesi Training Dengan Antusias |
Kali
ini saya akan menulis soal bagaimana mengatasi rasa malas. Tulisan ini
berdasarkan pada pengalaman pribadi saya. Saya selalu berusaha menulis
refleksi. Jika saya jenus menulis refleksi, saya membaca buku. Dua kegiatan ini
sangat dominan dalam hidup saya. Suatu hari saya sangat jenuh baik itu membaca
maupun menulis refleksi. Saya merasa capai fisik karena saya memang sedang
tidak fit sudah lebih dari 1 minggu. Bahkan saya sudah pergi ke dokter dua kali
karena sadar koq saya tidak bergairah beraktivitas. Saya tidak seru mengerjakan
sesuatu. Setelah pergi ke dokter saya diberi obat dan saya minum. Entah karena
usgesti diri atau karena memang obat itu mujarab, semangat saya mempersiapkan
materi pengajaran kursus kembali pulih. Satu jam saya membuat persiapan. Saya
ganti kegiatan saya dengan membaca buku. Kupilih buku yang telah lama aku
punya. “Through Seasons of the Heart” karya John Powel, SJ. Buku ini beberapa
kali saya baca. Saya membaca tulisan singkat soal doa pengampunan. Doa
pengampunan menurut John Powel adalah doa yang paling agung. Didalam doa itu
Nampak kekuatan manusia yang paling besar dan kelemahan Allah yang paling
besar. Kulanjutkan lebar berikutnya. Masih tentang doa. Doa dalam keheningan
membuat kita diberi kekuatan oleh Allah. Doa itu menghubungkan diri kita dengan
sumber kekuatan. Masih dalam bagian itu, ia mengatakan demikian:” Saya yakin
bahwa setiap karya besar dalam sejarah umat manusia selalu dimulai dengan
munculnya semangat membara dalam hati seorang manusia” Kalimat ini sangat benar.
Kebetulan saya baru saja membuat persiapan pengajaran kursus. Dalam materi yang
saya siapkan ada tiga tokoh besar yang membuat karya besar dalam sejarah
penyebaran agama Kristen. Pertama adalah Petrus. Kedua adalah Paulus. Ketiga
adalah Filipus. Tiga tokoh itu memulai karyanya dengan semangat yang membara
hingga merelakan mati karena penyebaran agama. Pentinganya semangat yang
membara bagi kesuksesan sudah diulas oleh banyak penulis pengembangan diri.
Anda tidak akan kesulitan menemukan tokoh-tokoh besar yang mengubah sejarah
dunia. Mereka adalah orang-orang dengan semangat besar. Stephen R. Covey
menyebut semangat yang membara itu dengan antusiasme. Dia mengatakan
“Antusiasme adalah ibu dari semua usaha” Nah, dari tulisan singkat ini saya
ingin mengatakan bahwa setiap orang bisa menghasilkan karya yang besar, paling
tidak bagi dirinya sendiri, dengan mempunyai semangat yang membara atau
antusiasme. Bagaimana agar hidup kita selalu memiliki semangat yang membara?
Tiap orang akan punya jawaban masing-masing. Bagi saya semangat membara bisa
saya miliki atau saya bangun melalui tiga hal: Doa, Membaca, dan Menulis Refleksi.
Bagaimana dengan Anda?